{ The whisper... }

//February 16, 2000//

Aarggh... Ada yang jual IP?
Aarggh... Saya lagi butuh inspirasi!

|



{ The So Called Anti Plastic Bag Campaign }

//February 09, 2008//

Saya gk munafik. I'm a Plastic Bag User. Saya belum mampu pulang dari Hypermart abis belanja bulanan menenteng belanjaan saya pake tas selain plastik. Dan saya masih mengandalkan tas plastik buat alas tong sampah saya. Tapi, saya mendukung ko kampanye2 sejenis yang sekarang sedang santer digalakkan. (harusnya) Menginspirasi dan membuat kita semua (harusnya) sadar atas bahaya tas plastik itu sendiri.

Kakak saya pernah ngiri sama tas "I'm Not a Plastic Bag" punya temennya. Waktu itu saya berniat membelikannya yang mirip di Jonas, harganya cuman 5000 perak dan gambarnya juga nggak jelek2 banget. Setelah saya selesai membayar, mbak2 kasirnya malah mengeluarkan sebuah tas plastik buat ngebungkus tas itu. Saya bingung.
Saya: Udah mbak, gk usah diplastikin.
Mbak kasir: Ooh... mau langsung dipake ya?

Haargghh!! Sebenernya, dia ngerti gk sih arti Anti-Plastic Bag itu sendiri??? Mungkin bukan salah mbak kasirnya juga ya, mungkin emang pekerjaan yang dikasih mengharuskan dia begitu. Ironis. Membuat saya jadi bertanya-tanya, apa orang-orang lain yang meneriakkan anti sama tas plastik itu juga ngerti apa arti dari kata-kata yang mereka agung-agungkan itu?

|



{ Dunia Pelangi }

//January 29, 2008//

Temen saya pernah bilang, kalo udah umur 20, seseorang bakal kehilangan mimpinya dan menjadi sesuatu yang dipercaya orang ‘dewasa’. Banyak yang bilang, being 20 is something hard. Kalo buat saya sih, rasanya biasa aja. Yah, sama aja seperti ketika saya umur 8, umur 12, atau umur 17. Nggak ada bedanya. Persetanlah yang bilang ‘harus jadi dewasa karena umur udah kepala 2’. Tentang kehilangan mimpi, semua orang pasti pernah mengalaminya. Saya selalu bangun di pagi hari, takut bahwa hati saya berhenti bicara pada saya tentang mimpi-mimpi itu. Mimpi yang selalu menemani saya berjalan setiap saat. Ada saat di mana suara itu semakin samar, dimana suara itu hampir menghilang. Tapi, saya bersyukur ia masih ada.

Dunia orang dewasa itu, kelihatannya muram, samar, cuma ada hitam dan putih, juga apa yang mereka percaya abu-abu. Aah, bukan saya bangetlah. Dunia saya, harus ada warna kuning, oranye, merah, pokoknya semua warna yang bisa ada di dunia. Dunia saya dunia pelangi. Dan saya nggak bakal mau jadi orang dewasa kalau apa yang disebut dunia dewasa adalah dunia tanpa mimpi. Terdengar kekanak-kanakan? Saya nggak peduli. Saya memegang mimpi ini dari SD, dan saya tolol kalau berani membuangnya. Karena mimpi ini membuat saya berdiri di sini sekarang, dan saya percaya asas tolong menolong. Kalo mau ditolong, tolonglah orang lain. Mimpi saya terus menolong saya untuk tetap berdiri. Sekarang, giliran saya menolong mimpi saya untuk terlahir ke dunia.

Ketakutan. Manusia memang punya banyak kelemahan. Semuanya bisa menjadi pemicu keputusasaan. Ada yang bilang, ideallah selama kamu masih bisa ideal. Semoga, saya masih bisa terus begini. Because it feels too good to become a dreamer.

|



{ The Word Obsession }

//January 28, 2008//

Kemarin, saya bersama kakak dan adik saya untuk pertama kali menginjakkan kaki di Gramedia Matraman. Katanya sih, toko buku terbesar se-Asia. Jadilah, kita yang notabene terobsesi dengan buku, udah lama banget pengen ke sana. Tapi, ternyata Gramedianya biasa aja tuh. Emang sih, ada 3 lantai dan kita seneng banget mondar mandir sampe ke sudut yang paling sudut, tapi tetep aja kok 'abisnya' cepet. Lantai favorit saya itu adanya di lantai 3, tempat buku cerita anak. Waaah... pokoknya menyenangkanlah. And it all resulted us:
- QED volume 27
- One Piece volume 46
- Antoine de Saint Exupery's Le Petit Prince (The Little Prince)
- Mitch Albom's For One More Day
- Meg Cabot's Princess on the Brink (Yes, we love the series!)
- Pierdomenico Baccalario's Ulysses Moore La Porta del Tempo
- Phillip Pullman's I Was a Rat! or a Scarlet Slippers

Well, life is indeed beautiful for me.

|



{ Farewell, The Smilling General... }

//January 27, 2008//

Setelah 3 minggu dirawat di RS Pertamina, Suharto akhirnya meninggal. Kegagalan multi-organ katanya. Jantung, lambung, dan ginjalnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Semua tayangan TV nggak berhenti-berhenti meliput. Mulai dari keadaan di Cendana, persiapan pemakaman, kedatangan Presiden SBY untuk melayat, bahkan sampai liputan special tentang memorial Pak Harto. Saya sempet browsing internet sedikit, dan ternyata kalau baca berita-berita yang ada di ABC, Yahoo!News, dll entah kenapa anggapan masyarakat dunia tentang Suharto agak-agak gimana gitu. Saya agak nggak enaklah dengan pemilihan kata-kata headlinenya, padahal kalau liat liputan di stasiun TV local, Beliau dipuji-puji terus, lho. Ironis memang. Pak Harto memang kontroversi.

Setelah meninggalkan milyaran utang negara, nggak bisa disangkal bahwa dialah yang membangun bangsa kita sampai sekarang. Sampai-sampai, di UAS PPKn saya, sempet ada pertanyaan “Sebutkan apa dosa Suharto dan apa jasa Suharto?”. Yaah, pokoknya sedih banget waktu liat Mba Tutut diwawancara di TV, kayaknya mau dihujat kayak apapun, Pak Harto tetep jadi ayah yang baik bagi keluarganya, yah. Pak Harto tetap legenda, bagi saya, bagi bangsa Indonesia. Presiden SBY menetapkan seminggu waktu berkabung, dan mengatakan bahwa kita selaku bangsa Indonesia harus memberikan penghargaan tertinggi kita kepada salah satu putra terbaik bangsa ini. Semoga dosa-dosanya bisa dimaafkan oleh kita semua, urusan akhirat sih, biar Tuhan yang memutuskan.

"Farewell..."

|



{ Tekkonkinkreet The Movie }

//January 26, 2008//

“Black, when the sky turns black... why do I feel so blue?”

Baru-baru ini, saya nonton Tekkonkinkreet the Movie. Kayaknya belum banyak yang nonton film ini, karena saya juga beli DVDnya secara gk sengaja di sela-sela rak DVD Vertex, itupun tinggal satu. Film animasi ini diproduksi oleh studio Aniplex kalo gk salah, yang bikin Animatrix, dan disutradarai oleh Michael Arias, jarang animasi Jepang memakai sutradara Amerika, tapi hasilnya ternyata memuaskan.

Tekkonkinkreet is a tale about two street urchins, named Kuro and Shiro. As they possessed the Treasure Town as ‘My Town’, they’re trying to protect the city from yakuza and assassins who wants to demolish the city and replace it with a giant amusement park. Like their names, Kuro (Black) represents the darker side and violent. Unlike the younger Shiro (White), he represents innocent and hope. The two of them need each other to survive. The classic black and white battle served with a heartwarming story about the unbroken relationship between Kuro and Shiro.

Penggambaran karakter di film ini sangat kuat, saya nggak berhenti memuji bagaimana kegalauan hati Shiro yang dipisahkan dari Kuro, bagaimana brutalnya Kuro ketika menerobos markas para yakuza untuk pertama kali dan pertempuran pertama Kuro dan Shiro dengan para pembunuh bayaran yang nggak mati-mati itu. Banyak yang membandingkan film ini dengan Paprika, but I like this one better. Yah, sebuah tontonan segar ketika melihat ramainya film-film Indonesia yang sok-sokan menunjukkan adegan mesum, tanpa bobot cerita sama sekali.

"What is it about the fire?
So calm and peaceful but inside, all power and destruction.
It's hiding something.
Just like people do.
Sometimes you have to get close to find out what's inside.
Sometimes you have to get burned to see the truth."

|



{ The Late Target }

//January 25, 2008//

This is the reminder, if I happen to forget.

- Bikin film, setidaknya satu.
- Bikin cerita, setidaknya satu.
- Bikin script, setidaknya tiga.
- Punya 5 reader's diggest dan 3 National Geographic.
- Mentraktir teman-teman di Starbucks' atau Gelato Bar.
- Menyelesaikan buletin Kulker tepat waktu setidaknya 9 kali tahun ini.
- Punya agenda warna merah atau kuning.
- Dapet 4 A buat pelajaran apapun.
- Dapet IP yang lebih tinggi, setidaknya nambah 0.5 lagi.
- Punya blog dan nggak malas mengisinya.
- Punya sepatu berwarna merah.
- Punya Artemis Fowl versi Indonesianya yang volume 4, 5, dst.

|



{ first entry }

//January 15, 2008//

I happen to make a blog. Hell yeah!

|



WRITING ON THE WALL

Prisanti Putri. Cupris. 21 going on 22. Oct 16. Libra. COLLEGE. Engineering Physics. Indonesia. Dreamer. Reader. Enjoying life. Wannabe author. Filmmaker.

LIVE TO LOVE

Filmmaking. Movie. Books. Writting. Typing. Yellow. Paulo Coelho. Red shoes. Punk. Seafood. Jazz. Kate DeCamillo. Alice in Wonderland. Sofia Coppola. MSG (Monosodium Glutamat). Chocolate. Rainbow. Life. PIXAR. Invite34. Tim Burton. King of Bandit Jing.

Reading : Brida - Paulo Coelho, The Book of Lost Thing - John Connelly, The Witch of Portobello - Paulo Coelho, The Winner Stands Alone - Paulo Coelho

Listening : Disney PIXAR Greatest Hits

WISH UPON STAR

Oktomat 8-lens Camera. Film Polaroid 600. Artemis Fowl: The Opal Deception. Alice in Wonderland (5 Maret 2010). Toy Story 3 (18 Juni 2010).

LEAVE "HALLO!"
ShoutMix chat widget

SURF TO OCEAN

KAO-ANI, WIKIPEDIA, tktq+, NATIONAL GEOGRAPHIC, READER'S DIGEST, HOWSTUFFWORKS, rotten tomatoes, shelfari, Mod Cloth, NanoWrimo

THE POSTAL SERVICE

@yahoo
@gmail
@ymail
TUMBLR
MOZARELLA BANDIT
FACEBOOK

FIGHTING ON

Manajer Pendidikan LFM 2009-2010
Mahasiswa tingkat akhir Teknik Fisika ITB, mengincar wisuda Juli 2010

CHEERS TO PEOPLE

ANGGA
ANIE
AYU
DENO
DINI
DINOY
EVAN
INSAN
LARAS
LIZA
MANGASI
MUTIA
PUPUT
PUTY
RAMDA
REY
RIZGANT
SABARB
SABARB - sayabilangfilm
SELLA
SYNTA
VIENZ
VINA
VITA
WIYDIY
YOLA

» Previous:

AVATAR - behind the Glasses

SIMCITY

Inglourious Basterds

The Last Three

Age that matters

» ARCHIVE

2008
March 2009
April 2009
May 2009
Juni 2009
Juli 2009
August 2009
September 2009
October 2009
November 2009

CREDITS

DiaryLand sxc haloscan shoutmix photobucket kao-ani statcounter